Rabu, 15 November 2017

CINTA YANG TERPENDAM
         BY AHMAD ABDUL MIRDAN PRO

Suatu ketika ada sebuah kegiatan yang sering di lakukan sekelompok ada muda dan kaum wanita yang biasanya mereka sering rekreasi.
Mereka bingung kemana lagi kita akan rekreasi, suatu ketika ada seorang pemuda berkata, kita ini sering rekreasinya kalau bukan di pantai pasti di air terjun, bagaimana kalau saat ini kita rekreasi di pegunungan, karna ini hal yang baru yang kita lakukan, dan pasti ini akan banyak kenangan dan keindahan yang akan kita jumpai.  Sehabis ia berkata akhirnya mereka setuju dengan pendapat seorang kawan tersebut...
Akhirnya mereka tentukan waktu dan hari yang baik untuk mau mendaki tersebut..
Beberapa hari kemudian, tibalah waktu yang di tentukan, akhirnya mereka mulai mendaki gunung tersebut, langkah demi langkah mereka lakukan dan serta menghirup dan menikmati keindahan alam tersebut, sadar tak sadar bahwa lokasi pegunungan yang mereka inginkan telah sampai, setiba di sana mereka mulai mengeluarkan peralatan yang mereka siapkan beberapa hari sebelumnya. Waktu tak pernah berhenti berputar dan mereka tak pernah berhenti mengerjakan tenda yang akan menjadi tempat istirahat mereka.
Malam pun tiba, dan akhirnya mereka mulai menyalakan api unggun, sehabis itu mereka bernyanyi dan sambil tertawa, lama kelamaan waktu menunjukkan pukul 12.00 malam, ada seorang temannya berkata waktunya untuk istirahat. Dan istirahat lah mereka.
Waktu tak pernah berhenti untuk berputar, dan waktu shubuh telah tiba, mereka berbondong bondong dalam mengambil air wuduh dan serta menyiapkan peralatan sholatnya, sehabis sholat mereka duduk santai sambil bernyanyi dan menunggu matahari terbit di ufuk timur, tak lama kemudian, sesuatu yang di tunggu mulai memancarkan sinar nya yang begitu indah..
Ada seorang kawan mereka berkata, inilah keindahan alam ini, inilah ciptaan sang KEKASIH kita, yang tiada hentinya memancarkan sinarnya disetiap harinya..
Malu rasanya apabila kita tak menjaga ciptaannya ini, Akhirnya mereka berkata kalau seperti ini, kita harus menjaga alam ini, karna alam ini bukan hanya kita seorang yang akan menikmati, tetapi anak cucu kita juga akan menikmati alam ini. sehabis itu mereka mulai menyiapkan peralatan masak, mereka saling membantu dalam menyiapkan makanan pagi tersebut, tak lama kemudian masakan yang mereka siapkan kini mulai jadi, dan akhirnya mereka pun makan bersama, tertawa bersama dan bahagia bersama. Ada seorang kawan mereka berkata, inilah indahnya sebuah kebersamaan, melakukan sesuatu hal dengan bersama, pasti kita akan nikmati bersama.
Melakukan sesuatu dengan bersama, hasilnya pun kita akan rasakan bersama pula.
Sehabis mereka menyantap makanan yang di buat, istirahat lah sejenak, dan berfikir hal apa yang harus kita lakukan lagi sehabis mengisi kampung tengah ini. Tiba tiba ada seorang kawan mereka berkata, bagaimana kita kelilingi gunung ini, agar kita mengetahui apa apa saja yang berada di dalam gunung ini.
 Beberapa kemudian sepakat lah mereka untuk melihat keindahan alam sekitar gunung ini. Dan  akhirnya mereka berjalan lah, sepanjang perjalanan mereka, tiada hentinya mereka memotret setiap keindahan yang mereka jumpai, agar setiap keindahan yang mereka potret untuk menjadi sebuah kenangan yang mereka tak lupakan di rekreasi ini.
Beberapa kemudian mereka melihat sebuah air terjun yang begitu indah tempatnya, mampirlah mereka ke air terjun tersebut, dan mereka beristirahat lah di tempat ini.
Berkata lah seorang kawan mereka yang begitu gagah, sungguh tak mampu aku menikmati keindahan air terjun ini, seandainya aku di izinkan untuk merawat alam ini, akan ku rawat seperti seseorang yang ada di dalam hati ini. Suasana jadi berubah, ada yang bahagia dan ada pula yang sedih, karna mengingat setiap hal hal yang merusak alam ini.
Berkata lah seorang kawan mereka yang begitu cantik, baru kali ini aku merasakan rekreasi, inilah rekreasi, seluruh fikiran yang tertumpuk di dalam fikiran ini hilang, karna semua itu sudah terisi dengan keindahan alam ini, sungguh indah ciptaanmu wahai KEKASIH, aku tak mampu untuk menikmatinya.
Di kala senja aku tertidur dengan keindahan alam ini. Saat mereka sudah usai menikmati keindahan air terjun tersebut, pulang lah mereka ke tenda yang mereka buat. Setiba di perkemahan mereka, ada seorang kawan mereka yang begitu semangat berkata, walaupun badan terasa cape, tetapi fikiran selalu semangat dan damai karna menikmati keindahan alam yang setiap di jumpai.
Berdiskusi lah mereka, hal apa lagi yang akan kita lakukan saat ini, apakah kita pulang? Atau kita bermalam satu malam lagi di tempat ini, nanti siang hari esok kita baru turun gunung atau pulang ke rumah masing masing. Berkata lah seorang pemuda tampan, kalau menurut aku, hari esok baru kita turun gunung, karna tak seruh kalau hanya sehari semalam kita rekreasi. Akhirnya setuju lah mereka untuk mau menikmati keindahan alam ini semalam lagi. Di sore hari ada seorang kawan mereka yang begitu tampan melamun di sebuah kayu besar yang berada di gunung tersebut, datanglah seorang kawannya yang begitu cantik menghampiri dirinya, wahai kawan mengapa engkau melamun seperti ini, hal apa yang sedang engkau fikirkan?, seorang kawannya itu kaget, karna ia tak tau bahwa ada yang lagi mendekati dirinya dan bertanya. Lalu ia menjawab pertanyaan tersebut, wajar kah aku mencintai seseorang, wajar kah aku mengungkapkan rasa ini kepada seseorang yang aku sukai.
Wajar kah aku jatuh sama seorang wanita cantik, dan wajar kah aku memberikan sejuta hati dan kasih sayang ini kepada seseorang yang paling aku cintai. Menjawab lah seorang wanita tersebut, Allah tak pernah melarang kaumnya untuk jatuh cinta, asalkan cintanya tulus dan suci kepada yang engkau berikan kasih sayang itu. Bertanya lah seorang wanita tersebut, memangnya siapa sih seseorang yang engkau cintai itu dan seperti apa sih modelnya wanita tersebut?, seorang pemuda tersebut terdiam, terdiam dan lalu ia menunduk dan menangis, karna cinta dan kasih itu sudah sekian lama ia pendam di dalam hati kecil itu. Wanita tersebut kaget, karna baru kali ini ia melihat seorang laki laki menangis karna perasaan hati. Wanita tersebut bertanya lagi, mengapa engkau menangis wahai kawanku?,
Lalu seorang pemuda tersebut mulai membangun kepalanya dan mulai menghapuskan air mata tersebut, dan ia berkata, jujur wahai kawanku, sudah sekian lama aku memendam perasaan ini, aku tak beranikan diri untuk mengungkapkan hal apa yang aku rasakan saat ini, karna aku takut ia tak menyukai diri ini. Hem! Wanita tersebut terdiam, dan berkata, bagaimana ia akan mengetahui hal apa yang engkau rasakan, kalau engkau tak mengungkapkannya. Mungkin wanita yang engkau sukai itu, sungguh mencintaimu juga. Tetapi kalau aku bisa tau siapa sih wanita yang engkau cintai itu???.
Wanita itu cukup sederhana bagi penglihatan saya, tetapi kesederhanaan itulah yang mampu membuat aku selalu damai dan bahagia sepanjang hidup ini, namun sayang aku tak berani untuk mengungkapkan hal apa yang aku rasakan saat ini. Dengan begitu tinggi rasa penasaran seorang wanita tersebut, lalu ia bertanya lagi, memangnya siapa sih wanita itu? Aku penasaran, bisa aku tahu?.
Seorang pemuda tersebut tersenyum dan tersenyum serta tertawa, jangan marah dan merasa tersinggung, aku tertawa karna aku ingin mengubah suasana saat ini. Bertanya lah seorang pemuda itu, apabila engkau mengetahui wanita yang aku sayangi dan cintai selama ini, janganlah engkau memberi tahu orang lain, karna aku tak ingin orang yang mencintai aku minder terhadap diri ini.
Berkata lah seorang wanita itu, semut pun aku tak akan beritahu, apalagi manusia siapa sih yang engkau cintai dan sayangi selama ini.
Berkata lah seorang pemuda tampan itu, wanita yang paling aku cintai adalah engkau.
Suasana menjadi hening, seperti tak ada orang di sekitar situ. Perlahan lahan seorang wanita tersebut mulai menghembuskan nafasnya dan berkata, sungguh ku akui dirimu wahai kawanku, karna engkau begitu sabar dan tabah dalam menjalani hidup ini, sedangkan di dalam hati kecilmu engkau merasa ada yang kosong, tersiksa karna cinta dan kasih sayangmu kepada seseorang itu  engkau belum sampaikan. Aku ingin bertanya, sejak kapan engkau menyukai diri ini? Dan apa sih yang engkau sukai dari wanita biasa ini?..
Pemuda itu berkata, aku menyukai kamu sejak beberapa tahun yang lalu, di kala kita masih duduk di bangku sekolah dasar, yang mana pada saat itu, engkau tampilkan di depan kelas, saat itulah timbullah benih benih cinta ini. Aku menyukai kamu karna kesederhanaan dirimu, karna engkau mampu membuat seseorang itu terhibur akan keberadaan dirimu, sehingga diri ini selalu damai dan bahagia sepanjang aku melihatmu, walaupun aku tak memilikimu, tetapi aku melihatmu sudah lebih damai hati ini.
Namun lebih indahnya lagi apabila aku memilikimu seutuhnya, itulah doa ku dalam tiap sholat dan zikirku. Seorang wanita tersebut terdiam dan menangis. Bertanya lah seorang pemuda itu, mengapa engkau menangis, apakah aku telah menyakiti dirimu atau ada yang salah dengan ucapkanku?, berkata lah seorang wanita itu, sungguh aku tak menyangka dan tak kuasa menahan rasa kebahagiaan ini, karna engkau begitu sungguh mencintai diri ini.
Jujur wahai kawanku, aku pun begitu juga, menahan perasaan rasa ini yang begitu lama, karna aku sudah begitu lama menyukai dan mencintaimu wahai kawanku.
Jujur, aku sudah sekian lama menunggu peryataan dari kamu, tetapi sayang engkau tak pernah menampakan perasaanmu kepada diri ini, sehingga terkadang aku bingung, mungkin ia ini tak peka terhadap perasaan yang muncul saat itu.
Berkata lah seorang laki laki tersebut, bagaimana aku akan menampakan perasaan ini, aku bingung dengan dirimu, karna engkau selalu cuek terhadap diri ini, sehingga ketidak kepekaan itu hadir di dalam diri ini.
Berkata lah wanita itu, kalau sudah seperti ini yang terjadi, hal apa yang harus kita lakukan, apakah kita akan jalankan hubungan ini, atau menunggu waktu yang tepat untuk bersama.
Menjawablah pemuda itu, sebenarnya aku ingin saat inilah kita menjalankan hubungan ini, tetapi setelah saya fikir2, nanti waktu yang tepatlah kita akan menjalankan hubungan ini, mengapa seperti karna aku tak ingin, karna hubungan ini tercipta kuliah kita terhambat, jadi marilah kita fokus dulu dengan tujuan saat ini, soal itu tuhan yang akan mengaturnya.
Wanita itu berkata, kalau itu kemauanmu aku mengikut, karna ini demi kebahagiaan kedepannya, bukan untuk saat ini.
Sehabis mereka ngobrol begitu lama, akhirnya mereka berdua tersebut gabunglah dengan kawan2 mereka yang lain.
Waktu berputar tiada henti, malam pun datang, dan pagi pun datang, akhirnya mereka merapikan semua peralatan yang mereka persiapkan selama beberapa hari ini, dan sehabis itu, mulai lah mereka turun gunung dan menuju di desa mereka, dan kembali di rumah masing2.
Mulai kejadian di gunung tersebut, akhirnya kedua kawan ini, mulai membangun suatu komunikasi dan serta membangun perasaan itu. Dan sampai saat ini meraka saling memfokuskan tujuannya masing2, walaupun pun jarak itu menjadi pemisah, tetapi kepercayaan telah tumbuh di diri setiap kawan mereka tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar