Rabu, 15 November 2017

aku mencintai tetapi tak di cintai
             by ahmad abdul mirdan pro

 ketika ada seorang sahabatku yang begitu tampan, cerdas, pintar, murah senyum, sangat baik, suka membantu, dan sangat rajin dalam beribadah kepada Allah SWT. Siapa sih yang tak tertarik terhadap kepribadian seperti itu, sehingga banyak kaum hawa yang selalu mendekati dirinya, karna untuk mencuri perhatian dan perasaan seorang sahabatku tersebut. Namun dengan kepribadian yang ia miliki, tak seenaknya memperlakukan seorang kaum hawa sesuka hatinya, karna prinsipnya seorang sahabatku ini adalah " apabila aku menyakiti seorang kaum hawa, sama halnya aku telah menyakiti ibuku sendiri " , sehingga dengan prinsip itu, ia selalu berlaku adil terhadap yang mendekatinya. Hebatnya seorang sahabatku ini adalah pandai membuat suatu suasana itu hidup, sehingga setiap seseorang yang jumpa terhadap dirinya, tak pernah mereka melupakannya, karna setiap ia pergi pasti membuat seseorang tersebut tersenyum, tertawa dan bahagia. Herannya, siapapun yang dekat terhadap dirinya pasti akan merasakan suatu kenyamanan dan kebahagiaan. Namun, seorang sahabatku ini   mampu membuat seseorang bahagia dan damai, tetapi ia tak mampu untuk membuat dirinya merasakan hal apa yang orang lain rasakan.
Itulah seorang sahabatku, ia rela untuk membantu seseorang yang membutuhkan dirinya, sedangkan ia saat itu juga membutuhkan pertolongan orang lain. Namun, tak ada satu orang pun yang peka terhadap hal apa yang ia rasakan saat itu.
Seiring berjalannya waktu, tibalah waktu yang telah di nantinya , yang mana sebelumnya telah di rencanakan olehnya untuk berkunjung di rumah sahabatnya, yang memang sudah sekian tahun tak pernah ia berjumpa dengan sahabat karibnya itu. Pada malam hari, maka berangkat lah ia di rumah sahabatnya, sedangkan ia belum tahu di mana rumah sahabatnya itu, demi untuk bertemu seorang sahabat, ia nekad kan diri untuk berkunjung. Waktu tak pernah berhenti untuk berputar, dan ia selalu mencari rumah sahabatnya itu. Dengan begitu indahnya perjuangan itu, akhirnya ia menemukan rumah sahabatnya tersebut. Berkata lah ia di dalam hatinya, siapa yang sungguh-sungguh dan bersabar pasti ia akan menemukan kebahagiaan itu.
Berkata lah ia, ada kemauan pasti ada jalan. Sesampai di rumah sahabatnya itu, padahal dari tadi ia sudah di tunggu di depan rumah. Tak banyak bicara, mereka langsung  Berjabat tangan dan berpelukan, karna sudah sekian tahun mereka tak ketemu. Sehabis itu di dipersilahkan lah dia Masuk di dalam rumah tersebut. Duduk lah ia di kursi sofa di ruangan tamu rumah serta menunggu sahabatnya yang lagi ke ruangan belakang, tak di tahu apa yang sedang ia lakukan. Tak lama kemudian muncul lah sahabatnya dan ada seorang wanita cantik dan ramah mengikutinya dari belakang serta membawa secangkir teh manis buat sahabatku ini. Sehabis ia menjamukan secangkir teh tersebut, wanita itu langsung pergi ke ruang belakang. Bertanya lah sahabatnya ini, kamu sekolah di mana saat ini ?. Menjawab lah sahabatku ini, alhamdulillah aku diterima sekolah di SMA kota ini. Lalu berbalik bertanya lah ia, kalau kamu sobat, sekolah di mana saat ini ?, saat ini aku sekolah di SMK  kota ini. Karna ke asyikan ngobrol, akhirnya lupa akan waktu, Tak di rasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00. Bertanya lah sobatku ini, siapa wanita cantik dan ramah yang membawakan aku secangkir teh ini ?
Sobat mau bertanya, siapa wanita  cantik dan ramah yang membawakan aku secangkir teh ini ?, sahabatnya pun menjawab pertanyaan sobatku tersebut, oh dia! Dia itu bernama aisyah, dan dia sudah lama tinggal di rumah ini, memang banyak yang selalu bertanya kepada saya tentang si aisyah itu, karna keramahan dan kecantikan itulah banyak yang tertarik kepada dia. Aisyah saat ini ia sekolah di SMK  kota ini.
Bertanya lah sahabatnya kepada sobatku, memangnya ada apa dengan aisyah, kamu suka yah?, berkata lah sobatku ini, tidak! Cuman tanya aja. Seandainya Allah masih memberikan aku kesehatan dan umur panjang, insya Allah lain kali aku akan datang lagi, karna saat ini aku harus kembali ketempat tinggalku. Berkata lah sahabatnya itu, oh iya! Karna waktu juga sudah larut. Akhirnya sobatku pun pamit kan diri untuk pulang. Hari berganti hari, waktu tiada hentinya untuk berputar, sahabatku ini berkunjung lagi di rumah sobatnya yang lain. Pada sore hari, berkunjung lah ia di rumah sobatnya ini, dan tak di sangka bahwa sobatnya yang ia kunjungi beberapa bulan yang lalu berada juga di rumah itu. Ngobrollah mereka, tiba-tiba suara handphone bergetar, padahal ada yang sedang memanggil di nomor sobatku yang aku kunjungi beberapa bulan yang lalu. bertanya lah sobatku ini, siapa yang memanggil itu? Jawablah sobatnya ini, oh ini! Dia ini adiknya si aisyah, kamu mau ngobrol sama dia. Dengan secara spontan, sobatku berkata oh! Boleh juga.
Seseorang yang baru kita kenal mampu membuat kamu tersenyum dan tertawa, berarti dia itu sangatlah luar biasa. Saat sobatku ini ngobrol dengan adiknya sih aisyah, ia kaget dan kagum, karna adik sih aisyah ini telah mampu membuatnya tertawa dan tersenyum. Tak di rasa waktu begitu cepat berputar, akhirnya menunjukkan pukul 05.00 sore, dan berakhirlah mereka berkomunikasi, tetapi sebelum mengakhiri komunikasi tersebut, sobatku bertanya bolehkah aku menyimpan nomor ponsel kita di handphone yang aku miliki. Berkata lah adik aisyah ini, boleh! Asalkan jangan di bawa di dukun yah. Hehehe, tertawalah adik aisyah dan sobatku ini, karna mendengar perkataan itu. Berkata lagi adik si aisyah ini, hanya bergurau itu yah, jangan ambil hati. Oke, itulah perkataan sobatku. Berakhirlah komunikasi mereka tersebut. Akhirnya berawal dari komunikasi tersebut, terbentuklah suatu benih benih cinta di antara sobatku ini dan adik si aisyah.
Namun sayang, benih cinta itu hanya sebatas benih, lambat laun komunikasi itu telah tiada, karna sobatku dan adik si aisyah ini hanya sebatas menumbuhkan benih benih cinta tetapi tak ingin memetiknya, karna sobatku ini  sudah jatuh cinta dengan wanita ramah dan si cantik itu, siapa lagi kalau bukan si aisyah, serta adik si aisyah ini memiliki juga seorang kekasih pujaan hatinya. Berkata lah sobatku ini, kita harus akhiri komunikasi ini karna aku tak ingin menjadi penghalang suatu hubungan itu. Berakhirlah percakapan mereka yang sudah sekian hari berkomunikasi.
Hari berganti hari, siang berganti siang, malam berganti malam, waktu berputar tiada hentinya, matahari dan bulan terbit setiap harinya, terfikirlah sobatku ini dengan aisyah, lalu ia mengambil handphone yang dia miliki, karna ia ingin berkomunikasi dengan sahabatnya itu, untuk mau menanyakan nomor ponsel si wanita ramah dan si cantik itu. Sehabis ia mengambil handphone nya itu, memanggil lah dia di nomor ponsel sahabatnya itu, tak lama kemudian di angkat lah sahabatnya itu. Berkomunikasi lah mereka, di ujung komunikasi itu, sobatku bertanya kepada sahabatnya, apakah engkau memiliki nomor ponselnya aisyah?, berkata lah sahabatnya ada, kamu mau nomor ponselnya. Berkata lah sobatku, kalau di boleh kan kirimkan ya, Berakhirlah komunikasi itu. Tak lama kemudian handphone yang di miliki sobatku ini bergetar, ada sebuah pesan masuk. di lihatlah! yang masuk tersebut adalah nomor ponsel aisyah. Sobatku tersebut dengan rasa senangnya, lalu membalas pesan itu, terimakasih sahabat, engkau telah mengirimkan nomor ponselnya ini.
Hal yang baru pasti akan menghasilkan sesuatu yang istimewa. Suatu saat dengan rasa penasaran yang begitu tinggi, akhirnya ia memanggil lah di nomor ponsel aisyah itu, tak lama kemudian, aisyah mengangkat telefon itu, dengan ucapan salam yang begitu indah dan merdu membuat hati ini damai seketika, rasa rindu yang selama ini telah terbayarkan saat itu, seakan akan dunia ini terasa hening dan damai. Sobatku seketika langsung membalas salam dari aisyah. Bertanya lah aisyah, sebelumnya saya minta maaf, ini dengan siapa yah, karna nomor baru di ponselku?, berkata lah sobatku ini, aku yang berkunjung beberapa bulan yang lalu di rumahmu saat itu. Apakah engkau sudah ingat?, berkata lah aisyah ini, oh iya. Kamu, ada apa itu memanggil?, Berkata lah sobatku ini, aku memanggil karna aku penasaran dengan kamu aisyah?, berkata lah sobatku ini, dari mana kamu tau namaku, sedangkan kita belum saling mengenal?, menjawablah sobatku ini, aku bertanya dengan temanku yang ada di dalam rumah itu. Oh, begitu yah. Ngobrol lah mereka berdua ini, satu sama lain saling bertanya. Dan sungguh komunikasi itu begitu lama. Di ujung cerita itu, sobatku bertanya, apakah di lain waktu kita bisa berkomunikasi ?, aisyah berkata, boleh lah, karna banyak teman itu, sangatlah baik. Berakhirlah komunikasi itu. Apabila seseorang yang lagi jatuh, walaupun yang ia minum pahit akan terasa manis, sesuatu yang di makan tak enak akan terasa enak. itulah yang di alami sobatku saat itu.
Mendengar suaranya aku lemah dan tak berdaya, karna suaranya memberikan sejuta kedamaian dalam hidup ini. Awal yang baik akan memberikan sejuta kejutan untuk kedepannya, karna komunikasi itu memiliki warna yang berbeda dengan orang lain. Suara bisa menjadi penawar racun saat merindu dengan seseorang yang kita cinta dan sayang. Rasa rindu itu akan tiada saat kita mendengar suara dan melihat seseorang yang di rindu kan, tetapi apabila tak terjadi akan hal itu, rasa rindu itu akan selalu ber semayang di dalam kalbu mu atau hati kecil itu, jangan engkau melihat kecilnya hati itu, karna apabila hati itu terluka rusak lah seluruh tubuh mu. Karna hati adalah penggerak apabila kita melangkah. Saat bertemu dengan aisyah, sobatku ini belajar arti cinta, kasih sayang serta bagaimana membuat seseorang itu damai terhadap kedatangannya. Setiap saat mereka selalu berkomunikasi, di dalam komunikasi itu mereka saling berbagi ilmu, saling membantu dan saling memberi semangat di saat mereka melakukan sesuatu hal untuk kesuksesan mereka. Suatu ketika ada sebuah pesta malam di kota ini, apabila itu ada orang-orang akan berkunjung di tempat itu, untuk membeli sesuatu yang mereka sukai, Karna setiap barang yang di jualnya murah. Memanggil lah sahabatnya itu, sobat aku ada di pesta malam ini dengan aisyah, kalau ada waktu datang di sini, agar kita kumpul sama-sama. Berkata lah sobatku ini, oke siap meluncur di tempat lokasi. Malam itulah pertama kali sobatku ini berkomunikasi secara bertatapan langsung dengan aisyah. Tak terasa waktu begitu cepat, akhirnya sahabatnya itu berkata, sudah saatnya kita pulang aisyah, karna sudah larut malam saat ini. Sahabatnya ngobrol lah dengan sobatku, kamu antar aisyah yah. Berkata lah sobatku itu, siap aku akan mengantar aisyah. Seluruh tubuh sobatku, secara tiba-tiba langsung kedinginan serta bahagia, karna telah mengantarnya ke rumah yang dia tempati.
Edisi sembilan

Saat bersama seseorang yang di cintai, dunia ini akan terasa indah di kala saat engkau berada di taman surga yang penuh dengan bunga-bunga yang berbeda jenis dan warna, tetapi memiliki tujuan bersama yaitu menebarkan keindahan tanpa pamrih, itulah bunga.
Kejadian itulah menjadi sebagai momen terindah buat sahabatku, karna seseorang yang di cintai mau untuk di antar nya.
Di malam yang dingin dan hening, berkomunikasi lah sahabatku dengan aisyah, yang saat itu adalah sebuah komunikasi yang sangat mendalam, karna sudah membahas tentang rasa, yang di rasakan setiap manusia. Bertanya lah sobatku, apakah engkau tak merasakan sesuatu yang telah kita lakukan saat beberapa bulan ini?
Aku merasakan, tetapi rasa itu hanya sebatas rasa. Karna untuk saat ini lagi memfokuskan diri untuk masa depan. Jangan marah, karna hati itu tak boleh untuk di paksakan. Serta aku mint maaf, karna aku tak menghargai apa yang kamu rasakan terhadap diri ini. Aku telah mengganggap kamu teman sejak awal kita ketemu.
Terdiam lah sahabatku mendengar perkataan itu. Jujur, aku menyukai dan mencintaimu saat awal kita jumpa, rasa ini semakin ada saat engkau selalu membuat aku tersenyum dan bahagia. Setiap zikir dan sholat ku, selalu ku selipkan namamu, karna yang ku tahu saat itu adalah engkau menyukai diri ini, namun pemikiran itu salah.
memang benar yah, kalau rasa itu tak boleh di  paksakan. kalau sudah seperti ini aku akan pergi, aku tak ingin kamu tersiksa karna saya, karna suatu komunikasi itu akan indah apabila di antara kedua belah pihak, tak ada rasa yang tertinggal di dalam hati yaitu rasa sakit, karna itu akan menjadi penghalang komunikasi itu terbangun. lebih baik pergi untuk selesaikan masalah itu, kalau dalam hati sudah tak ada masalah lagi, datanglah kembali membangun komunikasi itu, serta ucapkan rasa terimakasih kita terhadap seseorang yang membuat kita seperti itu, karna dia engkau menjadi lebih hebat dan sukses.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar